Selasa, 21 Mei 2013

Tips Menembus Studio Game Global

 




Richard Wych Bharata Setiawan adalah seorang kelahiran Indonesia yang kini bekerja sebagai Level Artist di studio game Ubisoft Montreal, Kanada. Seperti banyak kisah serupa, dia tak langsung mengawali karirnya di luar negeri melainkan lebih dahulu merintis dari bawah.

Tahun 2008, Richard kebetulan cukup beruntung mendapatkan informasi bahwa pihak Ubisoft sedang merekrut tenaga-tenaga kerja untuk studio game yang akan dibuka di Singapura. Richard tak melewatkan kesempatan.

Namun, faktor "keberuntungan" ini tentu saja bukan satu-satunya yang mengantarkan Richard hingga ke seberang lautan sana. Berikut adalah beberapa tips dari Richard untuk pemuda Indonesia yang mau melakukan hal serupa: 

1. Asah Kemampuan

Pemuda lulusan Desain Komunikasi Visual yang terlibat dalam pembuatan seri game populer Assassin's Creed ini mengaku sudah berkecimpung dalam dunia game sejak 2006, ketika bergabung dengan Matahari Studios.

Dia pun rajin melatih kemampuan dengan membuat sejumlah artwork, yang antara lain disalurkan lewat Deviant Art, di samping mengikuti challenge untuk mengerjakan desain grafis. Ketika sudah bekerja di Ubisoft pun, Richard selalu menyempatkan diri berlatih olah grafis selama 1-2 jam sehari.

"Intinya adalah selalu mengasah skill dan tetap up-to-date dengan perkembangan terbaru," saran Richard untuk rekan seprofesi yang ingin mengikuti langkah serupa.


Menurut penyuka special effects dan modelling ini, ada banyak kesempatan untuk bekerja di perusahaan game, baik di dalam ataupun luar negeri.

"Kunci lainnya adalah persistence, tetap mencoba terus kalau belum berhasil dipanggil interview," tambahnya lagi.

2. Terlibat di Komunitas
Yang tak kalah membantu adalah turut terlibat di komunitas dan mengikuti tantangan-tantangan kecil yang diadakan pihak-pihak seperti Game Artisans. Dari sini, bisa diperoleh informasi dan kontak mengenai kesempatan bekerja.

Menurut Richard, soal kesempatan ini sama pentingnya dengan keterampilan. "Skill yang tinggi saja tidak menjamin, (apalagi) kalau kesempatannya terlewat."

Richard mengatakan, di Indonesia ada banyak orang yang sangat berbakat dalam hal pengembangan video game. Studio-studio asing pun menurutnya mulai tertarik untuk membuka cabang di Tanah Air, misalnya Gameloft yang sudah ada di Yogyakarta, meski masih terbatas.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar